PUISI: Pantun Menyimpul Hati


CRB LabelPost Anthology

As-Salam awalan kalimat;
Bismillah sebagai penguat.

Di Pasir Tumboh membeli roti,
Balik singgah ke Taman Puteri;
Selesai Subuh tibalah Pagi,
Senyum wajah tampak berseri.

Kuih Bahulu Kuih Samosa
Amat molek dimakan berdua;
Walau berlalu hari dan masa,
Wajahmu aduhai tidak ku lupa!

Di Padang Temu bertemu Nyonya
Untuk membeli sekati gula;
Andai dirimu belum ku punya,
Hatiku tetap menunggu jua.

Ke Tanah Merah naik pedati,
Makan budu bersama kopi;
Bilakah dapat bersua lagi,
Diriku rindu sampai bermimpi.

Seri Mendapat jalannya lurus,
Siang hari menjemur diri;
Doa dipanjat tanpa berputus,
Petunjuk diberi menguat naluri.

Makan di pinggan minum di cawan,
Rumah tinggi melambai awan;
Patik bukan seorang hartawan,
Galang patik hanya senyuman.

Niat hadir dengan bersampan,
Ditiup angin ke Pasir Pekan;
Sudah takdir suratan ketentuan,
Saya ingin menjadi peneman.

Naik motor ke Kg. Lapan,
Beli cencaluk juga belacan
Andai umur menjadi risauan,
Sirah Nabi jadikan panduan.

Nasi kerabu buat santapan,
Air nira dihidang di cawan;
Walau seminggu walau sebulan,
Saya setia menunggu jawapan.

Amat rupawan burung merpati,
Pulau Gadong tempat dibeli;
Takdir Tuhan amatlah pasti,
Andai jodoh bersatulah hati.

Dari Melaka ke negeri Kelantan,
Henti Kuantan singgah berehat;
Bukan seloka saya sampaikan,
Tapi kiasan menyampai hasrat.

Amin disebut menyimpul berkat,
Moga Allah makbulkan hajat.

AUDI FALIQ IBRAHIM
Petaling Jaya, 9 Mac 2013

This entry was posted in Bahasa Melayu, Pantun, Poems / Sajak and tagged , , . Bookmark the permalink.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s