PUISI: Mentari Hati


CRB LabelPost Anthology

Sinar kekar mengelus mekar,
Angin lembut setia belayar,
Beburung berterus keluar sangkar,
Rezeki dan nasib tiada ditengkar,

Merenung dalam kamar,
Mandi belum gerak,
Sarapan tidak muak,
Telefon genggam dicapai,
Melihat harapan mahu digapai.
Melihat senyumnya yang melambai.

Insan menggelintar
Mungkin ke pasar?
Mungkin ke bandar?
Aku masih di kamar
Setia berpijak di lantai marmar.

Lihat mentari bersinar,
Hati ini terasa benar,
Apa yang dicari,
Kalau bukan damai di hati?

Senyumnya masih mengulit
Menenangkan hatiku yang sulit.

AUDI FALIQ IBRAHIM
Petaling Jaya, 15 Jun 2013

This entry was posted in Bahasa Melayu, Poems / Sajak and tagged , , . Bookmark the permalink.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s