PUISI: Ceritera Hati 4 (Biar Takdir Berbicara)


CRB LabelPost Anthology

Setia aku menguis ceritera,
Lembaran ditatap setia,
Tiap satu tiap ketika,
Menelusuri bait-bait kisah.

Helaian itu basah,
Tulisannya kembang merah.

Garis masa sempurna sudah,
Walaupun dinoktah gundah,
Ilmunya bukan sampah,
Ia kandil penyuluh resah.

Lembar baru dibuka,
Sifar, kosong, lompong,
Menanti pena mengukir makna,
Juga erti setiap perkara.

Pena digenggam, statik,
Jiwa bungkam, dijentik.

Biar takdir berbicara,
Biar masa bersuara,
Andai esok itu bahagia,
Atau masih bermuram durja.

Lembaran ditutup,
Namun harapan tiada redup,
Selagi aku masih hidup.

AUDI FALIQ IBRAHIM
Petaling Jaya, 23 Oktober 2013

This entry was posted in Bahasa Melayu, Poems / Sajak and tagged , , . Bookmark the permalink.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s