PUISI: Monolog Kuala Perlis


20141101-KualaPerlis

Di remang senja,
Lahiriahnya, laut nampak tenang,
Tetapi isinya tiada siapa tahu,

Begitu juga diri kita,
Lahiriahnya tampak tenang,
Tetapi di hati, siapa tahu?

Angin sepoi bertiup,
Belacak berlari di lumpur,
Semangat tetap hidup,
Jangan kendur dan undur.

Aku lihat dengan pandangan,
Aku mimpi dengan angan,
Aku lihat ros di tangan,
Aku mimpi cerita kenangan.

Ralat mungkin,
Jahil perihalnya,
Terkhilaf anggapannya,
Tetapi diam-diam si ombak,
Tetap sabar melembut pantai.

Aku tetap melihat.

AUDI FALIQ IBRAHIM
Kuala Perlis, 1 November 2014

This entry was posted in Bahasa Melayu, Poems / Sajak and tagged , . Bookmark the permalink.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s